SELAMAT DATANG

Selamat Datang
di Blog Integrasi
Selamat Menikmati...

Kamis, 25 Oktober 2012

Deskripsi Diri A

Pengembangan Kualitas Pembelajaran
Pernyataan Dosen :
A.1 Awal saya menjadi dosen dalam perkuliahan, anggapan saya terhadap mahasiswa adalah sebagai botol kosong yang perlu diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan yang menurut saya para mahasiswa belum memilikinya, ternyata anggapan saya ini adalah salah besar. Setelah beberapa waktu berjalan, banyak masukan dari teman-teman dan atasan, maka pembelajaran yang saya lakukan dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan. Perubahan ini membawa kepada pembelajaran yang lebih efektif dan memiliki inovasi yang lebih maju. Mulai dari pembuatan silabus dan Satuan Acuan Pembelajaran yang menuju kepada pembelajaran PAIKEM, serta saya memadukan beberapa metode pembelajaran dalam satu materi. Usaha lain yang saya lakukan adalah dengan lebih banyak membaca buku referensi tentang sistem pembelajaran, sehingga tidak tertinggal informasi tentang sistem pembelajaran yang terbaru, yang dapat dikembangkan dan diberikan kepada para mahasiswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, dalam pembelajaran yang saya lakukan, seminimal mungkin menggunakan alat kertas dalam proses pembelajaran, solusi yang saya lakukan untuk pengganti kertas tersebut adalah dengan menggunakan media internet. Misalnya, pembuatan makalah kelompok dan makalah pribadi dikirimkan ke email saya, mahasiswa dalam melakukan presentasi makalah dengan menggunakan media komputer atau laptop serta in focus, tanpa harus mengeprint makalah yang mereka presentasikan.
 
A.2 Setiap memulai sesuatu yang baru, dalam perjalanannya selalu akan mendapatkan rintangan dan masalah, serta akan menghadapi pro dan kontra. Hal ini pula yang saya hadapi ketika memulai model pembelajaran yang saya tetapkan, termasuk ketika para mahasiswa membuat tugas secara on line melalui internet. Sebagian besar mahasiswa menerima dengan senang hati terhadap model pembelajaran yang saya lakukan. Namun, sebagian kecil mahasiswa menolak model pembelajaran yang saya laksanakan ini. Hal ini
dikarenakan keterbatasan mahasiswa dalam menggunakan media on line, termasuk di dalamnya adalah kurangnya pengetahuan mahasiswa dalam penggunaan internet (email). Namun demikian, setelah dilakukan diskusi untuk mencari solusi dalam permasalahan ini, teman-teman yang bisa mengoperasikan internet membantu teman-teman yang kurang bisa dalam penggunaan media internet tersebut. Sehingga, dengan kerja sama antar mahasiswa ini, proses pembelajaran yang telah saya rancang dapat berjalan dengan lancar dan mencapai target yang sudah saya tentukan. Penggunaan media yang saya tentukan kepada mahasiswa ini, mampu mengurangi beban mahasiswa secara ekonomi, karena tidak harus mengeprint dan menjilid tugas mereka, sekaligus pemanfaatan secara luas media pembelajaran yang ada di zaman globalisasi ini.
 
A.3 Kedisiplinan merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan dalam sebuah proses pembelajaran. Saya senantiasa mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan dalam intitusi saya, terutama dalam kedisiplinan proses pembelajaran, baik secara akademik maupun secara administratif. Saya masuk kuliah sesuai jadwal yang ditentukan, serta masuk kuliah sesuai dengan batas yang sudah ditentukan. Hal ini juga yang menjadi perhatian saya sebagai dosen, dalam melaksanakan proses pembelajaran terhadap mahasiswa yang saya asuh. Dalam perkuliahan yang saya laksanakan, ada beberapa indikator kedisiplinan yang harus dipatuhi oleh mahasiswa dan oleh saya sendiri sebagai dosen. Hal ini bertujuan untuk tercapainya sebuah proses pembelajaran yang maksimal. Indikator kedisiplinan tersebut merupakan kesepakatan bersama antara saya sebagai dosen dengan para mahasiswa, jadi, indikator kedisiplinan tersebut bukanlah hasil dari buah pemikiran saya semata. Indikator kedisiplinan yang ada dalam proses pembelajaran yang saya laksanakan disebut dengan istilah kontrak belajar. Isi dari hasil diskusi untuk menentukan kontrak belajar tersebut adalah: Masuk kuliah tepat waktu, dengan memberikan toleransi sebanyak 15 menit dari jadwal yang sudah ditetapkan, bila melewati batas toleransi waktu yang sudah ditetapkan, maka tidak diperkenankan mengikuti proses pembelajaran; apabila telat dengan melewati batas toleransi yang sudah disepakati, dapat diperkenankan masuk apabila memiliki alasan yang konkret; jika tidak masuk kuliah, harus memiliki alasan yang dapat dipertanggungjawabkan; apabila kehadiran tidak mencapai 75%, maka tidak dibenarkan untuk mengikuti ujian final. Hal ini juga saya berlakukan untuk diri saya sebagai dosen yang profesional, karena saya dan mahasiswa adalah sebuah satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan.
 
A.4 Saya akan selalu berusaha dengan maksimal melaksanakan perbuatan yang sesuai dengan tuntunan agama ISlam. Hal ini saya lakukan, untuk memberikan tauladan bagi mahasiswa didikan saya, selain itu juga saya berusaha mampu menjadi sumber inspirasi keteladanan bagi dosen lain, baik dalam pergaulan, bersikap, berkata, maupun dalam perbuatan. Ada pepatah mengatakan: (Guru itu digugu dan ditiru) dan (Bila guru kencing berlari maka murid akan kencing berlari). Kedua pepatah ini merupakan tolak ukur kepribadian seorang dosen dalam proses pendidikan berlangsung. Melihat kepada proses pembelajaran di perguruan tinggi memang tidak sama dengan proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah menengah dan sekolah atas. Bagaimana tingkahlaku seorang guru akan digugu dan di tiru oleh siswanya, karena siswa mengganggap hal itulah yang terbaik. Dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, tidak serta merta mahasiswa akan meniru apa yang dilakukan oleh seorang dosen, karena mahasiswa sudah mampu membedakan mana yang bermanfaat, dan mana yang mudharat. Seorang dosen yang notabenenya adalah seorang pendidik, tentunya harus mampu menjadi teladan bagi mahasiswanya. Keteladan inilah yang akan menjadi nilai lebih bagi seorang dosen dibandingkan dengan yang lainnya. Keteladanan yang saya lakukan dalam proses pembelajaran adalah: berakhlakul karimah; masuk kuliah tepat waktu; jika berhalangan masuk saya akan memberikan konfirmasi kepada seluruh mahasiswa melalui media internet (email) atau media hand phone; membeli buku bacaan ilmiah minimal satu bulan satu buah; membaca buku ilmiah minimal 30 halaman setiap harinya.
 
A.5 Di zaman demokrasi saat ini, segala sesuatunya harus secara terbuka. Namun, keterbukaan yang itu bukan sebuah yuforia, yaitu keterbukaan yang secara bebas tanpa ada batas. Tidak ada satu orangpun yang melarang keterbukaan, asal keterbukaan tersebut sesuai dengan jalan dan lajurnya. Begitu halnya dengan saya pribadi, akan selalu menerima kritik dan saran. Dalam proses pembelajaran yang saya lakukan, keterbukaan itu adalah sebuah keharusan, tidak ada lagi yang ditutup-tupi dalam sebuah proses pembelajaran. Salah satu keharusan dalam keterbukaan tersebut adalah keterbukaan saya terhadap kritikan, kritikan dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa, ini adalah kritikan timbal balik. Sudah barang tentu, kritikan dalam proses pembelajaran adalah kritikan yang membangun dalam proses pembelajaran, bukan kritikan yang menjatuhkan semangat dalam proses pembelajaran. kritikan yang dilakukan akan saya terima dengan lapang dada dan dengan cara yang baik dan sopan. Saya sebagai dosen, selalu terbuka untuk dikritik. Apakah itu kritikan dari teman, kritikan dari atasan, dan menerima kritikan dari mahasiswa. Dalam setiap proses pembelajaran yang saya lakukan, dalam setiap semesternya, paling tidak saya akan membagikan (kertas kritikan) kepada mahasiswa, agar mereka mengkritik saya dalam semua hal yang berkenaan dengan proses pembelajaran. Dari hasil (kertas kritikan) tersebut, akan saya jadikan sebagai cerminan untuk berbuat kepada arah yang lebih baik. Kalo kepada teman sejawat, kritikan akan berlangsung secara alamiah, sambil berdiskusi kecil, kita akan membicarakan tentang kelemahan masing-masing dalam melaksanakan proses pembelajaran, hal ini dilakukan setelah teman saya mengobserver saya dalam proses pembelajaran di kelas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar